Sinergi Antar Lembaga Sukseskan Kegiatan Muskel dan Monev Kampung KB di Pendopo Kelurahan Gununganyar Tambak
Perencanaan yang baik terhadap sebuah program kegiatan adalah mutlak diperlukan, hal ini agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan. RW.VII Kelurahan Gununganyar Tambak sebagai salah satu Kampung KB ( Keluarga Berencana ), terus berbenah dengan beragam program masing – masing Pokja ( Kelompok Kerja ) yang saling bersinergi dengan komponen masyarakat yang ada.
Untuk menunjang hal tersebut Pengurus Kampung KB mengadakan Muskel ( Musyawarah Kelurahan ) dan Monev ( Monitoring dan evaluasi ) kegiatan kampung KB. Dra. Iffah Udiana, MM. sebagai narasumber pada kegiatan tersebut menyampaikan materi tentang KKBPK ( Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga ) sebagai isu strategis di Kampung KB.
Muskel dan Monev yang dilaksanakan pada hari Kamis, 20 September 2018, jam 13.00 WIB di Pendopo Kelurahan Gununganyar Tambak tersebut dihadiri oleh Lurah Gununganyar Tambak, PLKB Kecamatan Gununganyar, Babinkamtibmas, Babinsa, Ketua LPMK, PKK Kelurahan serta perwakilan masing – masing pokja. Hadirnya berbagai pihak terkait dimaksudkan agar terjadi sinergi program antar lembaga yang ada di Kelurahan Gununganyar Tambak, memahami dan bekerjasama untuk suksesnya program Kampung KB.
Pada kesempatan tersebut Iffah menjelaskan bahwa Kampung KB dirancang sebagai upaya membumikan program KB untuk mendekatkan akses pelayanan kepada keluarga dalam mengaktualisasikan 8 fungsi keluarga serta sebagai upaya revitalisasi program KKBPK di tingkat terendah yang diutamakan pada daerah miskin padat penduduk dan akses kesehatan yang kurang.
Program ini pada pelaksanaannya melibatkan seluruh Bidang di lingkungan BKKBN, bersinergi dengan Kementrian/Lembaga, mitra kerja, stakeholder serta instansi terkait. Hal tersebut diperlukan mengingat masing – masing kelembagaan memiliki program yang “senafas” dengan program Kampung KB. Salah satu contohnya adalah Desa Sejahtera Mandiri yang digagas oleh Kemensos, Desa Mandiri oleh Kemendes PDTT, Desa Siaga oleh Kementrian Kesehatan dan lainnya. Jika program – program diatas tidak disinergikan maka masing – masing lembaga akan berjalan sendiri – sendiri dan akibatnya program tidak akan berjalan secara maksimal.
Slamet Efendi, Koordinator Pokja Kependudukan menyampaikan beberapa program hasil diskusinya bersama Team Pokja Kependudukan. Menurut Slamet, permasalahan kependudukan yang terjadi saat ini diwilayah RW.VII adalah data penduduk yang kurang valid, perlu diupdate, selain itu jumlah warga yang pindah datang tergolong sangat tinggi mengingat wilayah RW.VII adalah wilayah yang sedang berkembang.
Untuk itu Pokja Kependudukan merencanakan kegiatan pendataan ulang warga RW.VII agar data yang ada menjadi valid. Pendataan akan dilaksanakan di 5 RT yang ada di RW.VII kelurahan Gununganyar tambak, Surabaya. ( Cak Met, 20/9 )
Komentar
Posting Komentar